Bahan Pentaksiran Tingkatan 3 (PT3) bagi mata pelajaran Sejarah (21) dan Geografi (23) boleh dimuat turun melalui pautan di bawah mulai 23 Jun 2014 – 19 Julai 2014.
Ahad, 6 Julai 2014
Sabtu, 28 Jun 2014
Jumaat, 27 Jun 2014
Status Hadis Ramadhan : Keampunan, Rahmat & Bebas Neraka
Status Hadis Ramadhan : Keampunan, Rahmat & Bebas Neraka
Ada seorang ustaz yang mengatakan bahwa hadits tentang pembagian Ramadhan menjadi tiga itu dhaif. Padahal hadits itu popular sekali di tengah bulan Ramadhan. Kalau tidak salah bunyinya seperti ini:
Ramadhan itu awalnya adalah rahmat, tengahnya adalah maghfirah (ampunan) dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka.
Pertanyaan saya adalah: Benarkah klaim ustaz tersebut? Dan kalau benar, apa status hadits itu? Bagaimana kita mensikapinya.
Demikian terima kasih banyak ustaz
JAWAPAN OLEH Ust. H. Ahmad Sarwat, INDONESIA
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Hadits yang anda tanyakan kedudukannya itu memang sangat popular di tengah masyarakat, khususnya selama bulan Ramadhan. Dengan hadits itu, para penceramah banyak mengajak orang-orang agar memanfaatkan bulan Ramadhan untuk khusyu' beribadah, agar mendapatkan tiga hal tersebut. Yaitu rahmah dari Allah, ampunan-Nya serta pembebasan dari neraka.
Namun menarik sekali apa yang disampaikan oleh ustaz yang antum ceritakan bahwa ternyata menurut beliau hadits itu bermasalah dari sanad dan kekuatannya jalur periwayatannya. Betulkah?
Kami berupaya membolak balik beberapa literatur serta tulisan dari para ulama ahli hadits terkait dengan haditsi ini. Kami menemukan huraian yang menarik dari seorang ustadz ahli hadits di Indonesia, yaitu Al-Ustadz Prof. Ali Mustafa Ya'qub, MA.
Menurut beliau, hadits itu memang bermasalah dari segi periwayatannya. Sebenarnya hadits ini diriwayatkan tidak hanya lewat satu jalur saja, namun ada dua jalur. Sayangnya, menurut beliau, kedua jalur itu tetap saja bermasalah.
Jalur Pertama
Salah satu jalur periwayatan haditsi ini versinya demikian:
أول شهر رمضان رحمة وأوسطه مغفرة وآخره عتق من النار
Ertinya : Bulan Ramadhan, awalnya rahmah, tengah-tengahnya maghfirah dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka.
Hadits ini diriwayatkan oleh Al-'Uqaili dalam kitab khusus tentang hadits dha'if yang berjudul Adh-Dhu'afa'. Juga diriwayatkan oleh Al-Khatib Al-Baghdadi dalam kitabnya Tarikhu Baghdad. Serta diriwayatkan juga oleh Ibnu Adiy, Ad-Dailami, dan Ibnu Asakir.
Mereka Yang Mendhaifkan
Adapun para muhaddits yang mempermasalahkan riwayat ini antara lain:
1. Imam As-Suyuthi
Beliau mengatakan bahwa hadits ini dhaif (lemah periwayatannya).
2. Syeikh Al-Albani
Beliau mengatakan bahwa riwayat ini statusnya munkar. Jadi sebenarnya antara keduanya tidak terjadi pertentangan. Hadits munkar sebebarnya termasuk ke dalam jajaran hadits dhaif juga. Sebagai hadits munkar, dia menempati urutan ketiga setelah hadits matruk (semi palsu) dan maudhu' (palsu).
Sementara sanadnya adalah:
1. Sallam bin Sawwar
2. dari Maslamah bin Shalt
3. dari Az-Zuhri
4. dari Abu Salamah
5. dari Abu Hurairah
Ada seorang ustaz yang mengatakan bahwa hadits tentang pembagian Ramadhan menjadi tiga itu dhaif. Padahal hadits itu popular sekali di tengah bulan Ramadhan. Kalau tidak salah bunyinya seperti ini:
Ramadhan itu awalnya adalah rahmat, tengahnya adalah maghfirah (ampunan) dan akhirnya adalah pembebasan dari api neraka.
Pertanyaan saya adalah: Benarkah klaim ustaz tersebut? Dan kalau benar, apa status hadits itu? Bagaimana kita mensikapinya.
Demikian terima kasih banyak ustaz
JAWAPAN OLEH Ust. H. Ahmad Sarwat, INDONESIA
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Hadits yang anda tanyakan kedudukannya itu memang sangat popular di tengah masyarakat, khususnya selama bulan Ramadhan. Dengan hadits itu, para penceramah banyak mengajak orang-orang agar memanfaatkan bulan Ramadhan untuk khusyu' beribadah, agar mendapatkan tiga hal tersebut. Yaitu rahmah dari Allah, ampunan-Nya serta pembebasan dari neraka.
Namun menarik sekali apa yang disampaikan oleh ustaz yang antum ceritakan bahwa ternyata menurut beliau hadits itu bermasalah dari sanad dan kekuatannya jalur periwayatannya. Betulkah?
Kami berupaya membolak balik beberapa literatur serta tulisan dari para ulama ahli hadits terkait dengan haditsi ini. Kami menemukan huraian yang menarik dari seorang ustadz ahli hadits di Indonesia, yaitu Al-Ustadz Prof. Ali Mustafa Ya'qub, MA.
Menurut beliau, hadits itu memang bermasalah dari segi periwayatannya. Sebenarnya hadits ini diriwayatkan tidak hanya lewat satu jalur saja, namun ada dua jalur. Sayangnya, menurut beliau, kedua jalur itu tetap saja bermasalah.
Jalur Pertama
Salah satu jalur periwayatan haditsi ini versinya demikian:
أول شهر رمضان رحمة وأوسطه مغفرة وآخره عتق من النار
Ertinya : Bulan Ramadhan, awalnya rahmah, tengah-tengahnya maghfirah dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka.
Hadits ini diriwayatkan oleh Al-'Uqaili dalam kitab khusus tentang hadits dha'if yang berjudul Adh-Dhu'afa'. Juga diriwayatkan oleh Al-Khatib Al-Baghdadi dalam kitabnya Tarikhu Baghdad. Serta diriwayatkan juga oleh Ibnu Adiy, Ad-Dailami, dan Ibnu Asakir.
Mereka Yang Mendhaifkan
Adapun para muhaddits yang mempermasalahkan riwayat ini antara lain:
1. Imam As-Suyuthi
Beliau mengatakan bahwa hadits ini dhaif (lemah periwayatannya).
2. Syeikh Al-Albani
Beliau mengatakan bahwa riwayat ini statusnya munkar. Jadi sebenarnya antara keduanya tidak terjadi pertentangan. Hadits munkar sebebarnya termasuk ke dalam jajaran hadits dhaif juga. Sebagai hadits munkar, dia menempati urutan ketiga setelah hadits matruk (semi palsu) dan maudhu' (palsu).
Sementara sanadnya adalah:
1. Sallam bin Sawwar
2. dari Maslamah bin Shalt
3. dari Az-Zuhri
4. dari Abu Salamah
5. dari Abu Hurairah
6. dari nabi SAW
Dari rangkaian para perawi di atas, perawi yang pertama dan kedua bermasalah. Yaitu Sallam bin Sawwar dan Maslamah bin Shalt.
Sallam bin Sawwar disebut oleh Ibnu Ady, seorang kritikus hadits, sebagai munkarul hadits. Sedangkan oleh Imam Ibnu Hibban, dikatakan bahwa haditsnya tidak bisa dijadikan hujjah (pegangan), kecuali bila ada rawi lain yang meriwayatkan haditsnya. Perkataan Ibnu Hibban ini bisa kita periksa dalam kitab Al-Majruhin.
Sedangkan Maslamah bin Shalt adalah seorang yang matruk, sebagaimana komentar Abu Hatim. Secara etimologis, matruk berarti ditinggalkan. Sedangkan menurut terminologi hadits, hadits matruk adalah hadits yangdalam sanadnya ada rawi yang pendusta. Dan hadits matruk adalah 'adik' dari hadits maudhu' (palsu).
Bezanya, kalau hadits maudhu' itu perawinya adalah seorang pendusta, sedangkan hadits matruk itu perawinya sehari-hari sering berdusta. Kira-kira hadits matruk itu boleh dibilang semi maudhu'.
Kesimpulan
Kesimpulannnya, haditsi ini punya dua gelar.
Pertama, gelarnya adalah hadits munkar karena adanya Sallam bin Sawwar.
Gelar kedua adalah hadits matruk karena adanya Maslamah bin Shalt.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
KOMEN UST ZAHARUDDIN
Jawapan yang diberi adalah benar, saya telah melakukan semakan juga, dan hasilnya adalah sama. Hadith tersebut adalah kurang kuat dan elok tidak dijadikan bahan ceramah, atau jika ingin pun, diletakkan dihujung-hujung dan disebut jelas ia adalah hadis yang diragui.
Memang benar, terdapat hadis lain seperti yang diriwayatkan oleh Ibn Khuzaymah dalam kitab sohihnya, tetapi beliau sendiri meraguiinya apabila menyebut di awal bab itu,
إن صح الخبر
Ertinya : "Jika sohih khabar ini" ( Rujuk ibn Khuzaymah)
Imam Ibn Hajar al-Hathami memberi komentar setelah membawakan hadis panjang lebar yang mengandungi maksud petikan hadis pendek tadi, berkata :-
وفي سنده من صحح وحسن له الترمذي لكن ضعفه غيره ومن ثم ذكره ابن خزيمة في صحيحه وعقبه بقوله إن صح
Ertinya : "tentang sanadnya, terdapat mereka yang mensohihkannya, dan mengganggapnya hasan seperti Imam Tirmidzi, tetapi ia dianggap lemah orang ulama selain mereka, Ibn khuzaymah menyebutnya dalam kitab sohihnya tetapi diakhiri dengan katanya : sekiranya sohih" ( Az-Zawajir, Ibn Hajar Al-haithami, 1/384 )
Saya juga tidaklah hairan mengapa para penceramah dan sebahagian ulama kerap menggunakannya, ini adalah kerana hadis ini memang terdapat dalam agak banyak kitab-kitab arab silam samada Fiqh dan hadis tanpa dijelaskan kedudukan dan taraf kekuatannya , antaranya seperti berikut :-
1) I'anah at-Tolibin, 2/255;
2) Tabyin al-haqaiq, 1/179;
3) Syarah Faidhul Qadir, 1/469 ;
4) Targhib wa at-tarhib, 2/58
Apapun, yang lebih penting, banyak lagi ayat al-Quran dan hadith sohih serta hasan berkenaan puasa yang boleh dijadikan modal ceramah para penceramah.
Sebagai akhirnya ini adalah hadis yang panjang riwayat Ibn Khuzaymah yang dikatakan jika sohih olehnya sendiri, tetapi ianya telah dikomen oleh Imam Al-Ayni dalam kitab 'Umdah Al-Qari' sebagai munkar juga. Berikut petikannya :-
خطبنا رسول الله آخر يوم من شعبان فقال يا أيها الناس إنه قد أظلكم شهر عظيم شهر مبارك فيه ليلة خير من ألف شهر فرض الله صيامه وجعل قيام ليله تطوعا فمن تطوع فيه بخصلة من الخير كان كمن أدى سبعين فريضة فيما سواه ومن أدى فيه فريضة كان كمن أدى سبعين فريضة وهو شهر الصبر والصبر ثوابه الجنة وهو شهر المواساة وهو شهر يزاد رزق المؤمن فيه من فطر صائما كان له عتق رقبة ومغفرة لذنوبه قيل يا رسول الله ليس كلنا نجد ما يفطر الصائم قال يعطي الله هذا الثواب لمن فطر صائما على مذقة لبن أو تمرة أو شربة ماء ومن أشبع صائما كان له مغفرة لذنوبه وسقاه الله من حوضي شربة لا يظمأ حتى يدخل الجنة وكان له مثل أجره من غير أن ينقص من أجره شيئا وهو شهر أوله رحمة وأوسطه مغفرة وآخره عتق من النار ومن خفف عن مملوكه فيه أعتقه الله من النار ) ولا يصح إسناده وفي سنده إياس قال شيخنا الظاهر أنه ابن أبي إياس قال صاحب ( الميزان ) إياس بن أبي إياس عن سعيد بن المسيب لا يعرف والخبر منكر
Sekian, terima kasih.
Sumber
http://www.zaharuddin.net/
12 Ramadhan 1427 H
Rabu, 25 Jun 2014
Ahad, 22 Jun 2014
Laporan Tahunan 2013 Pelan Pembangunan Pendidikan Malaysia 2013-2025
Muat Turun Laporan Tahunan 2013 Pelan Pembangunan Pendidikan Malaysia 2013-2025
Sabtu, 21 Jun 2014
Jumaat, 20 Jun 2014
Rabu, 18 Jun 2014
Selasa, 17 Jun 2014
Selasa, 3 Jun 2014
MUAT TURUN INSTRUMEN ( BENTUK SOALAN) CONTOH PT3 YANG DIKELUARKAN OLEH LEMBAGA PEPERIKSAAN MALAYSIA
| 02 - Bahasa Melayu (Ujian Bertulis) | KLIK DI SINI |
| 12 - Bahasa Inggeris (Ujian Bertulis) | KLIK DI SINI |
| 21 - Sejarah | KLIK DI SINI |
| 23 - Geografi | KLIK DI SINI |
| 31 - Bahasa Arab | KLIK DI SINI |
| 32 - Bahasa Cina | KLIK DI SINI |
| 33 - Bahasa Tamil | KLIK DI SINI |
| 37 - Bahasa Iban | KLIK DI SINI |
| 38 - Bahasa Kadazandusun | KLIK DI SINI |
| 45 - Pendidikan Islam | KLIK DI SINI |
| 50 - Mathematics | KLIK DI SINI |
| 55 - Science | KLIK DI SINI |
| Kemahiran Hidup Bersepadu | |
| 76 - Kemahiran Teknikal | KLIK DI SINI |
| 77 - Ekonomi Rumah Tangga | KLIK DI SINI |
| 78 - Pertanian | KLIK DI SINI |
| 79 - Perdagangan Dan Keusahawanan | KLIK DI SINI |
| *Dimuat naik pada 30 Mei 2014 |
Selasa, 27 Mei 2014
SAMBUTAN HARI GURU 2014 SMK TANJONG BUNGA
Selamat Hari
Guru buat semua warga SMK Tanjong Bunga.Jom kita renung-renungkan hadis
nabi ni supaya dapat kita jadikan tonggak dalam semua amalan kita.Yang
penting ikhlas dan kerana Allah amal kita....ikhlaskah kita
huhuhu..............
Musnad
Ahmad 7928: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj dari Ibnu Juraij berkata;
telah menceritakan kepadaku Yunus bin Yusuf dari Sulaiman bin Yasar berkata;
"Orang-orang berkumpul pada Abu Hurairah, maka Natil Asy-Syami berkata
kepadanya; "Wahai syaikh, ceritakanlah kepada kami sebuah hadits yang kamu
dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, " Abu Hurairah
berkata; "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda:
"Sesungguhnya manusia yang pertama kali dihukum pada hari kiamat ada tiga;
seorang laki-laki yang gugur di medan
peperangan lalu ia dihadapkan kepada Allah dan ditunjukkan kepadanya
nikmatnya hingga ia mengetahuinya, lalu Allah 'azza wajalla bertanya kepadanya:
'Apa yang kamu perbuat di dalamnya? ' Ia berkata; 'Aku berperang karena-Mu
hingga aku terbunuh, ' Allah berfirman: 'Kamu telah berdusta, akan tetapi kamu
berperang agar supaya dikatakan; 'Dia
adalah seorang pemberani, ' dan sungguh hal itu telah dikatakan, ' maka
Allah memerintahkan agar dia di
telungkupkan wajahnya hingga ia dilempar ke dalam neraka. Dan seorang
laki-laki yang belajar ilmu dan
mengajarkannya serta membaca Al Qur`an, lalu dihadapkan kepada Allah 'azza
wajalla untuk dilihatkan kepadanya nikmatnya hingga ia mengetahuinya, lalu
Allah 'azza wajalla bertanya kapadanya: 'Apa yang kamu perbuat di dalamnya? '
laki-laki itu berkata; 'Aku belajar ilmu
dan mengajarkannya karena-Mu dan aku juga membaca Al Qur`an karena-Mu, '
Allah berfirman: 'Kamu telah berdusta,
akan tetapi kamu belajar ilmu agar kamu dikatakan; 'Dia adalah seorang yang
alim, ' dan hal itu telah dikatakan, dan kamu membaca Al Qur`an agar dikatakan;
'Dia adalah seorang qori`' dan hal itu telah dikatakan.' kemudian Allah
memerintahkan agar ia ditelungkupkan wajahnya lalu dilemparkan ke dalam neraka. Dan seorang laki-laki lagi yang diberi
oleh Allah kelapangan rezeki lalu ia memberikan dari seluruh bagian hartanya
(menginfakkannya), lalu ia dihadapkan kepada Allah 'azza wajalla dan dilihatkan
kepadanya kenikmatannya hingga ia mengetahuinya, Allah 'azza wajalla bertanya
kepadanya: 'Apa yang kamu perbuat di dalamnya? ' ia berkata; 'Aku tidak pernah
meninggalkan peluang yang Engkau suka untuk dikeluarkan infaq di dalamnya
kecuali aku pasti berinfaq di dalamnya
karena-Mu, ' Allah berfirman: 'Kamu
telah berdusta, akan tetapi kamu melakukan itu agar dikatakan; 'Dia adalah
seorang yang dermawan, ' dan yang demikian itu telah dikatakan.' lalu
Allah memerintahkan agar ditelungkupkan wajahnya hingga ia dilemparkan ke dalam
neraka."
Hadis di atas turut diriwayatkan dalam Shahih Muslim dan An Nasai dengan status Shahih.
Isnin, 26 Mei 2014
Rabu, 21 Mei 2014
Jumaat, 16 Mei 2014
Selasa, 13 Mei 2014
ABRAHAM LINCOLN MENYATAKAN.......
![]() |
"KITA TIDAK DAPAT MEMBAWA KEMAKMURAN DENGAN TIDAK MENGGALAKKAN SIKAP BERJIMAT CERMAT.KITA TIDAK DAPAT MENGUATKAN YANG LEMAH DENGAN MELEMAHKAN YANG KUAT.KITA TIDAK DAPAT MENOLONG PENERIMA UPAH DENGAN MENARIK PEMBERI UPAH KE BAWAH.KITA TIDAK DAPAT MENJALIN PERSAUDARAAN DENGAN MENGGALAKKAN KEBENCIAN.KITA TIDAK DAPAT MEMBANTU ORANG MISKIN DENGAN MEMUSNAHKAN ORANG KAYA.KITA TIDAK DAPAT MENCEGAH DIRI DARIPADA MASALAH DENGAN BERBELANJA LEBIH DARIPADA YANG KITA PEROLEH.KITA TIDAK DAPAT MEMBINA KARAKTER DAN KEBERANIAN DENGAN MERAMPAS INISIATIF DAN KEMERDEKAAN ORANG LAIN.KITA TIDAK DAPAT MENOLONG ORANG LAIN SELAMA-LAMANYA DENGAN MELAKUKAN APA YANG MEREKA DAPAT DAN SEHARUSNYA LAKUKAN SENDIRI."
Sabtu, 10 Mei 2014
MUAT TURUN BAHAN LDP PBS 2014 SMK TANJONG BUNGA
KLIK LINK DI BAWAH UNTUK MUAT TURUN:
Bahan yang terdapat dalam folder di atas ialah:
- Borang penjaminan kualiti
- Buku KBAT 2014
- Jadual Pelaksanaan PBS
- Nota penjaminan kualiti
- Panduan Penjaminan Kualiti
- Panduan Penggunan Modul Perekodan
- Panduan Pengurusan PBS April 2014
- SKPM-EXCEL
- SKPM V10 tahun 2013
- Soalan-solan Lazim PBS 2014
Rabu, 7 Mei 2014
MODUL PEREKODAN PERKEMBANGAN PEMBELAJARAN MURID 2014 (OFF LINE EXCEL 2014)
MODUL PEREKODAN PERKEMBANGAN PEMBELAJARAN MURID TINGKATAN 1
MODUL PEREKODAN PERKEMBANGAN PEMBELAJARAN MURID TINGKATAN 2
MODUL PEREKODAN PERKEMBANGAN PEMBELAJARAN MURID TINGKATAN 3
| Panduan Penggunaan Modul Perekodan Perkembangan Pembelajaran Murid | KLIK DI SINI |
| Bahasa Melayu | KLIK DI SINI |
| Bahasa Inggeris | KLIK DI SINI |
| Bahasa Cina | KLIK DI SINI |
| Bahasa Tamil | KLIK DI SINI |
| Bahasa Arab | KLIK DI SINI |
| Bahasa Iban | KLIK DI SINI |
| Bahasa Kadazandusun | KLIK DI SINI |
| Matematik | KLIK DI SINI |
| Sains | KLIK DI SINI |
| Pendidikan Seni Visual | KLIK DI SINI |
| Pendidikan Muzik | KLIK DI SINI |
| Pendidikan Jasmani dan Kesihatan | KLIK DI SINI |
| Pendidikan Islam | KLIK DI SINI |
| Pendidikan Moral | KLIK DI SINI |
| Pendidikan SiVik dan Kewarganegaraan | KLIK DI SINI |
| Sejarah | KLIK DI SINI |
| Geografi | KLIK DI SINI |
| Kemahiran Hidup Bersepadu | |
| - Kemahiran Teknikal | KLIK DI SINI |
| - Ekonomi Rumah Tangga | KLIK DI SINI |
| - Pertanian | KLIK DI SINI |
| - Perdagangan Dan Keusahawanan | KLIK DI SINI |
MODUL PEREKODAN PERKEMBANGAN PEMBELAJARAN MURID TINGKATAN 2
| Panduan Penggunaan Modul Perekodan Perkembangan Pembelajaran Murid | KLIK DI SINI |
| Bahasa Melayu | KLIK DI SINI |
| Bahasa Inggeris | KLIK DI SINI |
| Bahasa Cina | KLIK DI SINI |
| Bahasa Tamil | KLIK DI SINI |
| Bahasa Arab | KLIK DI SINI |
| Bahasa Iban | KLIK DI SINI |
| Bahasa Kadazandusun | KLIK DI SINI |
| Matematik | KLIK DI SINI |
| Sains | KLIK DI SINI |
| Pendidikan Seni Visual | KLIK DI SINI |
| Pendidikan Muzik | KLIK DI SINI |
| Pendidikan Jasmani dan Kesihatan | KLIK DI SINI |
| Pendidikan Islam | KLIK DI SINI |
| Pendidikan Moral | KLIK DI SINI |
| Pendidikan SiVik dan Kewarganegaraan | KLIK DI SINI |
| Sejarah | KLIK DI SINI |
| Geografi | KLIK DI SINI |
| Kemahiran Hidup Bersepadu | |
| - Kemahiran Teknikal | KLIK DI SINI |
| - Ekonomi Rumah Tangga | KLIK DI SINI |
| - Pertanian | KLIK DI SINI |
| - Perdagangan Dan Keusahawanan | KLIK DI SINI |
MODUL PEREKODAN PERKEMBANGAN PEMBELAJARAN MURID TINGKATAN 3
| Panduan Penggunaan Modul Perekodan Perkembangan Pembelajaran Murid | KLIK DI SINI |
| Bahasa Melayu | KLIK DI SINI |
| Bahasa Inggeris | KLIK DI SINI |
| Bahasa Cina | KLIK DI SINI |
| Bahasa Tamil | KLIK DI SINI |
| Bahasa Arab | KLIK DI SINI |
| Bahasa Iban | KLIK DI SINI |
| Bahasa Kadazandusun | KLIK DI SINI |
| Matematik | KLIK DI SINI |
| Sains | KLIK DI SINI |
| Pendidikan Seni Visual | KLIK DI SINI |
| Pendidikan Muzik | KLIK DI SINI |
| Pendidikan Jasmani dan Kesihatan | KLIK DI SINI |
| Pendidikan Islam | KLIK DI SINI |
| Pendidikan Moral | KLIK DI SINI |
| Pendidikan SiVik dan Kewarganegaraan | KLIK DI SINI |
| Sejarah | KLIK DI SINI |
| Geografi | KLIK DI SINI |
| Kemahiran Hidup Bersepadu | |
| - Kemahiran Teknikal | KLIK DI SINI |
| - Ekonomi Rumah Tangga | KLIK DI SINI |
| - Pertanian | KLIK DI SINI |
| - Perdagangan Dan Keusahawanan | KLIK DI SINI |
Ahad, 27 April 2014
Sabtu, 26 April 2014
GURU DAHULU DAN SEKARANG !!!
Cikgu zaman dulu dengan zaman sekarang ni jauh bezanya. Kepada yang telah jadi cikgu dan bakal jadi cikgu, tentu anda perasaan perbezaannya. Ingat lagi masa sekolah rendah dulu, pernah jugak la rasa penampar, berdiri atas kerusi dan kena rotan dengan cikgu..hahah. Kalau anda pernah rasa, tentu geramkan! Tapi bila teringat balik rasa macam lucu pulak.Biasalah, masa tu budak-budak lagi.Bila anda semua dah jadi cikgu, baru faham macam mana susah nak didik pelajar ni jadi manusia yang berguna
CIKGU ZAMAN DULU
1.Cikgu dahulu sangat garang kepada pelajar. Tak siap kerja rumah siap kena rotan dengan penampar sampai ada yang sanggup tak nak pergi sekolah gara-gara kerja rumah yang tak siap buat.
2.Cikgu dahulu dihormati mengalahkan pak imam masjid. Kalau orang tua yang ada anak dara, mesti teringin nak buat cikgu menantu.
3.Cikgu dahulu ditakuti murid-muridnya. Kalau bertembung dikawasan luar sekolah pun sampai ada yang lari sebab terasa aura cikgu tu.
4.Cikgu dahulu boleh maki hamun pelajarnya yang degil dan nakal. Tak ada masalah sebab murid-muridnya memiliki keimanan kepada Allah dari hasil didikan ibu bapa yang kuat.
5.Cikgu dahulu dapat lesen penuh untuk mendidik anak muridnya. Mak bapak tak kisah kalau anak diorang kena pukul ”Cikgu nak buat ape kat anak saya pun buatlah, yang penting jangan sampai cedera dan mati je".
CIKGU ZAMAN SEKARANG
CIKGU ZAMAN DULU
1.Cikgu dahulu sangat garang kepada pelajar. Tak siap kerja rumah siap kena rotan dengan penampar sampai ada yang sanggup tak nak pergi sekolah gara-gara kerja rumah yang tak siap buat.
2.Cikgu dahulu dihormati mengalahkan pak imam masjid. Kalau orang tua yang ada anak dara, mesti teringin nak buat cikgu menantu.
3.Cikgu dahulu ditakuti murid-muridnya. Kalau bertembung dikawasan luar sekolah pun sampai ada yang lari sebab terasa aura cikgu tu.
4.Cikgu dahulu boleh maki hamun pelajarnya yang degil dan nakal. Tak ada masalah sebab murid-muridnya memiliki keimanan kepada Allah dari hasil didikan ibu bapa yang kuat.
5.Cikgu dahulu dapat lesen penuh untuk mendidik anak muridnya. Mak bapak tak kisah kalau anak diorang kena pukul ”Cikgu nak buat ape kat anak saya pun buatlah, yang penting jangan sampai cedera dan mati je".
CIKGU ZAMAN SEKARANG
1.Cikgu sekarang takut nak garang dengan pelajar. Nanti tak pasal-pasal kereta yang tercalar dan mak bapak yang datang mengamuk kat sekolah.
2.Cikgu sekarang orang tak pandang pun. Kalau orang tua yang ada anak dara pun, depa pilih yang engineer dulu yang bergaji lebih besar.
3.Cikgu sekarang kalau bertembung dengan muridnya silap gaya kena langgar pulak.
4.Cikgu sekarang nak marah pun tak boleh sangat takut nanti anak muridnya mengalami tekanan jiwa untuk belajar, nanti anak murid tu akan merosakkan dirinya.
5.Cikgu sekarang sangat terhad untuk mendidik murid-muridnya. Bila nak nasihat sikit mak bapak masuk campur ”Cikgu jangan sentuh anak saya, kalau anak saya mengadu kena pukul, saya akan saman cikgu”
Sumber:Unit Pengurusan Sekolah Sektor Pengurusan Sekolah Jabatan Pendidikan Negeri Terengganu2.Cikgu sekarang orang tak pandang pun. Kalau orang tua yang ada anak dara pun, depa pilih yang engineer dulu yang bergaji lebih besar.
3.Cikgu sekarang kalau bertembung dengan muridnya silap gaya kena langgar pulak.
4.Cikgu sekarang nak marah pun tak boleh sangat takut nanti anak muridnya mengalami tekanan jiwa untuk belajar, nanti anak murid tu akan merosakkan dirinya.
5.Cikgu sekarang sangat terhad untuk mendidik murid-muridnya. Bila nak nasihat sikit mak bapak masuk campur ”Cikgu jangan sentuh anak saya, kalau anak saya mengadu kena pukul, saya akan saman cikgu”
http://unitrendahspsjpnt.blogspot.com/2013/02/normal-0-21-false-false-false-ms-x-none.html
CARA MENDIDIK ANAK YANG NAKAL ??
Beberapa Contoh Cara Mendidik Anak yang Nakal
Syariat Islam yang agung mengajarkan kepada umatnya beberapa cara
pendidikan bagi anak yang dapat ditempuh untuk meluruskan penyimpangan
akhlaknya. Di antara cara-cara tersebut adalah:
Pertama, teguran dan nasihat yang baik
Ini termasuk kaedah pendidikan yang sangat baik dan bermanfaat untuk
meluruskan kesalahan anak. Metode ini sering dipraktikkan langsung oleh
pendidik terbesar bagi umat ini, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, misalnya ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang anak kecil yang ketika sedang makan menjulurkan tangannya ke berbagai sisi nampan makanan, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai
anak kecil, sebutlah nama Allah (sebelum makan), dan makanlah dengan
tangan kananmu, serta makanlah (makanan) yang ada di hadapanmu.“[1]
Serta dalam hadits yang terkenal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada anak paman beliau, Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, “Wahai anak kecil, sesungguhnya aku ingin mengajarkan beberapa kalimat (nasihat) kepadamu: jagalah (batasan-batasan/ syariat) Allah maka Dia akan menjagamu, jagalah (batasan-batasan/ syariat) Allah maka kamu akan mendapati-Nya dihadapanmu.”[2]
Kedua, menggantung tongkat atau alat pemukul lainnya di dinding rumah
Ini bertujuan untuk mendidik anak-anak agar mereka takut melakukan hal-hal yang tercela.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan ini dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Gantungkanlah cambuk (alat pemukul) di tempat yang terlihat oleh penghuni rumah, karena itu merupakan pendidikan bagi mereka.”[3]
Bukanlah maksud hadits ini agar orangtua sering memukul anggota
keluarganya, tapi maksudnya adalah sekadar membuat anggota keluarga
takut terhadap ancaman tersebut, sehingga mereka meninggalkan perbuatan
buruk dan tercela.[4]
Imam Ibnul Anbari berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memaksudkan dengan perintah untuk menggantungkan cambuk (alat pemukul) untuk memukul, karena beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam
tidak memerintahkan hal itu kepada seorang pun. Akan tetapi, yang
beliau maksud adalah agar hal itu menjadi pendidikan bagi mereka.”[5]
Masih banyak cara pendidikan bagi anak yang dicontohkan dalam sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu[6]
menyebutkan beberapa di antaranya, seperti: menampakkan muka masam
untuk menunjukkan ketidaksukaan, mencela atau menegur dengan suara
keras, berpaling atau tidak menegur dalam jangka waktu tertentu, memberi
hukuman ringan yang tidak melanggar syariat, dan lain-lain.
Bolehkah Memukul Anak yang Nakal untuk Mendidiknya?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perintahkanlah
kepada anak-anakmu untuk (melaksanakan) shalat (lima waktu) sewaktu
mereka berumur tujuh tahun, pukullah mereka karena (meninggalkan) shalat
(lima waktu) jika mereka (telah) berumur sepuluh tahun, serta
pisahkanlah tempat tidur mereka.“[7]
Hadits ini menunjukkan bolehnya memukul anak untuk mendidik mereka
jika mereka melakukan perbuatan yang melanggar syariat, jika anak
tersebut telah mencapai usia yang memungkinkannya bisa menerima pukulan
dan mengambil pelajaran darinya –dan ini biasanya di usia sepuluh
tahun. Dengan syarat, pukulan tersebut tidak terlalu keras dan tidak
pada wajah.[8]
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin ketika ditanya, “Bolehkah
menghukum anak yang melakukan kesalahan dengan memukulnya atau
meletakkan sesuatu yang pahit atau pedas di mulutnya, seperti cabai/ cili?”, beliau menjawab, “Adapun mendidik (menghukum) anak dengan
memukulnya, maka ini diperbolehkan (dalam agama Islam) jika anak
tersebut telah mencapai usia yang memungkinkannya untuk mengambil
pelajaran dari pukulan tersebut, dan ini biasanya di usia sepuluh tahun.
Adapun memberikan sesuatu yang pedas (di mulutnya) maka ini tidak
boleh, karena ini dapat mempengaruhinya (mencelakakannya)…. Berbeza
dengan pukulan yang dilakukan pada badan maka ini tidak mengapa
(dilakukan) jika anak tersebut bisa mengambil pelajaran darinya, dan
(tentu saja) pukulan tersebut tidak terlalu keras
.
Untuk anak yang berusia kurang dari sepuluh tahun, hendaknya dilihat (kondisinya), karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
hanya membolehkan untuk memukul anak (berusia) sepuluh tahun karena
meninggalkan shalat. Maka, yang berumur kurang dari sepuluh tahun
hendaknya dilihat (kondisinya). Terkadang, seorang anak kecil yang belum
mencapai usia sepuluh tahun memiliki pemahaman (yang baik), kecerdasan
dan tubuh yang besar (kuat) sehingga bisa menerima pukulan, celaan,
dan pelajaran darinya (maka anak seperti ini boleh dipukul), dan
terkadang ada anak kecil yang tidak seperti itu (maka anak seperti ini
tidak boleh dipukul).”[9]
Cara-Cara Menghukum Anak yang Tidak Dibenarkan Dalam Islam[10]
Di antara cara tersebut adalah:
1. Memukul wajah
Ini dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau, yang artinya, “Jika salah seorang dari kalian memukul, maka hendaknya dia menjauhi (memukul) wajah.”[11]
2. Memukul yang terlalu keras sehingga berbekas
Ini juga dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih.[12]
3. Memukul dalam keadaan sangat marah
Ini juga dilarang karena dikhawatirkan lepas kontrol sehingga memukul secara berlebihan.
Dari Abu Mas’ud al-Badri, dia berkata, “(Suatu hari) aku memukul
budakku (yang masih kecil) dengan cemeti, maka aku mendengar suara
(teguran) dari belakangku, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Akan tetapi,
aku tidak mengenali suara tersebut karena kemarahan (yang sangat).
Ketika pemilik suara itu mendekat dariku, maka ternyata dia adalah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau yang
berkata, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’
Maka aku pun melempar cemeti dari tanganku, kemudian beliau bersabda, ‘Ketahuilah,
wahai Abu Mas’ud! Sesungguhnya Allah lebih mampu untuk (menyiksa) kamu
daripada kamu terhadap budak ini,’ maka aku pun berkata, ‘Aku tidak
akan memukul budak selamanya setelah (hari) ini.‘”[13]
4. Bersikap terlalu keras dan kasar
Sikap ini jelas bertentangan dengan sifat lemah lembut yang merupakan sebab datangnya kebaikan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang terhalang dari (sifat) lemah lembut, maka (sungguh) dia akan terhalang dari (mendapat) kebaikan.”[14]
5. Menampakkan kemarahan yang sangat
Ini juga dilarang karena bertentangan dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bukanlah
orang yang kuat itu (diukur) dengan (kekuatan) bergulat (berkelahi),
tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.“[15]
Penutup
Demikianlah bimbingan yang mulia dalam syariat Islam tentang cara
mengatasi penyimpangan akhlak pada anak, dan tentu saja taufik untuk
mencapai keberhasilan dalam amalan mulia ini ada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, banyak berdoa dan memohon kepada-Nya merupakan faktor penentu yang paling utama dalam hal ini.
Akhirnya, kami akhiri tulisan ini dengan memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
dengan nama-nama-Nya yang maha indah dan sifat-sifat-Nya yang maha
sempurna, agar dia senantiasa menganugerahkan kepada kita taufik-Nya
untuk memahami dan mengamalkan petunjuk-Nya dalam mendidik dan membina
keluarga kita, untuk kebaikan hidup kita semua di dunia dan akhirat.
Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa.
[1] Hadits shahih riwayat Al-Bukhari no. 5061, dan Muslim no. 2022.
[2]
Hadits riwayat At-Tirmidzi no. 2516, Ahmad: 1/293), dan lain-lain;
dinyatakan shahih oleh Imam At-Tirmidzi dan Syekh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ish Shagir, no. 7957.[3] Hadits riwayat Abdur Razzaq dalam Al-Mushannaf: 9/477 dan Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Kabir no. 10671; dinyatakan hasan oleh Al-Haitsami dan Al-Albani dalam Ash-Shahihah, no. 1447.
[4] Lihat kitab Nida`un ilal Murabbiyyina wal Murabbiyyat, hlm. 97.
[5] Dinukil oleh Imam Al-Munawi dalam kitab Faidhul Qadir: 4/325.
[6] Dalam kitab beliau Nida`un ilal Murabbiyyina wal Murabbiyyat, hlm. 95–97.
[7] Hadits riwayat Abu Daud, no. 495; dinyatakan shahih oleh Syekh Al-Albani.
[8] Lihat kitab Tuhfatul Ahwadzi: 2/370.
[9] Kitab Majmu’atul As`ilah Tahummul Usratal Muslimah, hlm. 149–150.
[10] Lihat kitab Nida`un ilal Murabbiyyina wal Murabbiyyat, hlm. 89–91.
[11] Hadits riwayat Abu Daud, no. 4493; dinyatakan shahih oleh Syekh Al-Albani.
[12] Hadits shahih riwayat Muslim, no. 1218.
[13] Hadits shahih riwayat Muslim, no. 1659.
[14] Hadits shahih riwayat Muslim, no. 2529.
[15] Hadits shahih riwayat Al-Bukhari no. 5763, dan Muslim no. 2609.
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
Sumber: http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/anak-nakal-bagaimana-mengatasinya-3.html
Ahad, 20 April 2014
Selasa, 15 April 2014
Rabu, 9 April 2014
Langgan:
Catatan (Atom)


































