Sunday, 31 August 2014

POWER OF FORGIVENESS


SYAIR PELEMBUT HATI-IBNU QAYYIM




Jika Rabb-ku mengatakan kepadaku: “Tidak malukah kau bermaksiat kepada-Ku?!
Engkau menutupi dosa dari para makhluk-Ku, tapi malah dengan kemaksiatan kau mendatangi-Ku!”
Maka bagaimana aku menjawabnya, dan siapa yang mampu melindungiku…

Aku terus menghibur diri dengan angan-angan (dunia) dari waktu ke waktu…
Tetapi aku lalai dengan perihal setelah kematian, tentang apa yang dapat mencukupiku setelah itu…
Seolah aku akan hidup terus, dan maut tidak akan menghampiriku…

Saat sakaratulmaut yang dahsyat itu benar-benar datang, siapakah yang mampu melindungiku…
Aku melihat wajah orang-orang… Tidakkah ada diantara mereka yang mau menebusku?!

Aku akan ditanya, tentang apa -yang kukerjakan di dunia ini- yang dapat menyelamatkanku…
Maka bagaimanakah jawapanku setelah aku lupakan agamaku…

Sungguh celaka aku… Tidakkah ku dengar firman Allah yang menyeruku?!
Tidakkah pula kudengar ayat-ayat yang ada di Surat Qaf dan Yasin itu?!
Bukankah kudengar tentang hari kebangkitan, hari dikumpulkan, dan hari pembalasan itu?!
Bukankah kudengar pula panggilan kematian yang terus melayangkan panggilan dan seruan kepadaku?!

Maka ya Rabb… akulah hambamu yang bertaubat… Tidak ada yang dapat melindungiku,
Melainkan Rabb yang Maha Pengampun, lagi Maha Luas Kurnianya… Dia-lah yang menunjukkan hidayah kepadaku

Aku telah datang kepada-Mu… maka rahmatilah aku, dan beratkanlah timbanganku…
Ringankanlah hukumanku… Sungguh Engkaulah yang paling kuharapkan pahalanya untukku

Wednesday, 27 August 2014

KAU INI BAGAIMANA ATAU AKU HARUS BAGAIMANA...




Sedar atau tidak..kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana merupakan puisi yang menyentuh hati-hati yang mahu merasa dan akal-akal yang mahu berfikir..tak lepas kamu mahupun aku..kita atau mereka....jangan pernah diri ini kita anggap suci...sungguh apabila terdengar saja kalimah kata yang dilantunkan dalam puisi ini...kita akan mengerti...sulitnya  hidup apabila nafas ketenangan itu disandarkan pada jasad yang akan mati dan kedamaian itu kita harapkan dari manusia yang tidak pernah puas melayani ingin dan nafsunya.Kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana....bila kau merasa malu mendengar bait-bait puisinya....ternyata kau masih bisa ku gelar manusia....insafilah diri...bukan salah dia,kita,aku atau mereka.....sungguh anak Adam itu tidak lepas dari dosa..jadi kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana...temukan jawabnya dalam bagaimana aku dengan Pencipta..?Bagaimana kau melihat manusia?....Tika kita dipuncak mulia....bagaimana mereka disantuni dalam lemahnya akal dan daya manusia....Santunilah alam dunia...maksum itu bukanlah umum sifat manusia sejatinya.............~~~

Tuesday, 26 August 2014

TEMA UMUM KERTAS 3 SEJARAH 2014-PENTING!!



Makluman kepada semua pelajar tingkatan 5 yang bakal menduduki paper Julai SPM bagi tahun 2014.Di atas merupakan tema umum bagi kertas 3 subjek sejarah sesi Julai 2014.Semoga anda dapat membuat persediaan yang mantap sebelum peperiksaan bermula.....!!!

Friday, 22 August 2014

BERKABUNG? SEPULUH PERKARA YANG PERLU DIBERI PERHATIAN


10 Hal Berkabung Yang Perlu Anda Ketahui Mengikut Petunjuk Al-Quran Dan As-Sunnah

1. Istirja’

Istirja’ adalah ccapan terbaik apabila dilanda musibah. Ucapan yang diajar Nabi ﷺ adalah "inna lillaahi wa inna ilaihi rajiun".

"Dan sungguh akan Kami berikan cubaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (iaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un." Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk". [Surah Al Baqarah, Ayat 155-157]

2. Bantu keluarga si mati. Beri makan

Apabila berlaku kematian, ahli keluarga pasti berada dalam kesedihan. Kita sebagai umat Islam patut memahami situasi ahli keluarga yang baru kematian orang yang tersayang. Apa yang diajar oleh Islam adalah kita mengucapkan takziah, membantu dalam urusan jenazah dan memudahkan urusan mereka seperti memberi mereka makan. 

Ketika datang berita kematian seorang sahabat yang bernama Ja’far, Rasulullah bersabda: “Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja’far, kerana mereka ditimpa dengan sesuatu yang menyibukkan.” [Ibn Majjah no: 1610]

3. Tiga [3] hari bersedih

Sabda Rasulullah ﷺ: 

"Tidak boleh seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari Akhir untuk berkabung atas kematian melebihi tiga hari, kecuali atas kematian suaminya" [HR Muslim dalam Sahih-nya, Kitab Thalaq, bab Wujub Al Ihdaad, no. 3714]

4. Bagi Isteri yang kematian suami, tempoh berkabung baginya empat [4] bulan sepuluh [10] hari

Allah berfirman: 

"Dan orang-orang yang meninggal dunia di antara kamu, sedang mereka meninggalkan isteri-isteri hendaklah isteri-isteri itu menahan diri mereka (beridah) selama empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah habis masa idahnya itu maka tidak ada salahnya bagi kamu mengenai apa yang dilakukan mereka pada dirinya menurut cara yang baik (yang diluluskan oleh Syarak). Dan (ingatlah), Allah sentiasa mengetahui dengan mendalam akan apa jua yang kamu lakukan." [Surah Al Baqarah, Ayat 234]

Sabda ﷺ:

"Tidak boleh seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari Akhir untuk berkabung atas kematian melebihi tiga hari, kecuali atas kematian suaminya" [HR Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Thalaq, bab Wujub Al Ihdaad, no. 3714] 

Dan dalam riwayat Bukhari terdapat tambahan lafazh:

"Maka ia berkabung atas hal tersebut selama empat bulan sepuluh hari" [HR Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al Janaaiz, bab Ihdaad Al Mar’ah ‘Ala Ghairi Zaujiha, no. 1280. Lihat Fathul Bari, Op.cit, hlm. 3/146.]

Dari Zainab bintu Abu Salamah, beliau berkata :

"Aku telah mendengar Ummu Salamah berkata: “Seorang wanita datang menemui Rasulullah ﷺ dan berkata,’Wahai, Rasulullah! Sesungguhnya puteriku ditinggalkan oleh suaminya yang mati, dan dia mengeluhkan sakit pada matanya. Apakah dia boleh mengenakan celak mata?’.” Lalu Rasulullah menjawab “Tidak!” sebanyak dua atau tiga kali, semuanya dengan kata tidak. Kemudian Rasulullah berkata: “Itu harus empat bulan sepuluh hari, dan dahulu, salah seorang dari kalian pada zaman jahiliyah membuang kotoran binatang pada akhir tahun.” [HR Bukhari, Kitab Thalaq, Bab Tahiddu Al Mutawaffa ‘Anha Arba’ata Asyhur Wa ‘Asyra, no. 5.335. Lihat Fathul Bari, Op.cit, hlm. 9/484.]

5. Tidak boleh bersolek atau berhias dalam tempoh berkabung

Berkabung, dalam bahasa Arabnya adalah al hadaad ( الْحَدَادُ ). Maknanya, tidak mengenakan perhiasan baik berupa pakaian yang menarik, minyak wangi atau lainnya yang dapat menarik orang lain untuk menikahinya [1].

Pendapat lain menyatakan, al hadaad adalah sikap wanita yang tidak mengenakan segala sesuatu yang dapat menarik orang lain untuk menikahinya seperti minyak wangi, celak mata dan pakaian yang menarik dan tidak keluar rumah tanpa keperluan mendesak, setelah kematian suaminya [2].

[1] Lihat Fathul Bari, Ibnu Hajar, tanpa cetakan dan tahun, Al Maktabah As Salafiyah, Mesir, hlm. 3/146

[2] Lihat Al Kalimaat Al Bayyinaat Fi Ahkam Hadaad Al Mukminat, Muhammad Al Hamuud An Najdi, Cetakan Pertama, Tahun 1415 H, Dar Al Fath, hlm. 8.

6. Haram memakai pakaian khusus tanda berkabung

Islam tidak mengajarkan di dalam berkabung untuk memakai sesuatu pakaian yang khusus. Memakai pakaian khusus tanda berkabung adalah tasyabbuh atau maksud lainnya menyerupai kaum atau agama lain.

Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

“Barang siapa menyerupai suatu kaum, dia termasuk golongan mereka.” [HR. Abu Dawud no. 4026 dengan sanad yang hasan. Lihat Jilbab al-Mar’atul Muslimah hlm. 203 karya al-Albani]

7. Tiada pakaian khusus berkabung samada gelap atau hitam

8. Kibar bendera separuh tiang tiada asas dalam agama

9. Malaysia patut menjadi contoh kepada negara lain cara berkabung menurut Islam. Bukan dengan cara meniru agama lain

Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata bahawa Rasulullah ﷺ bersabda,

“Barang siapa menyerupai suatu kaum, dia termasuk golongan mereka.” [HR. Abu Daud no. 4026 dengan sanad yang hasan. Lihat Jilbab al-Mar’atul Muslimah hlm. 203 tulisan Syeikh al-Albani]

10. Mungkin ada yang berpendapat beberapa ritual semasa berkabung adalah adat kebiasaan maka terpulanglah. Kami hanya menyampaikan apa yang dinyatakan di dalam Islam. Wallahua'lam

Ini adalah pendirian dan pendapat Dr Fadlan Mohd Othman dan Dr Fathul Bari Mat Jahya dari Pertubuhan Ilmuan Malaysia di dalam isu berkabung. Semoga bermanfaat.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...